Tanggal: Rabu, 9 Maret 2022. Bacaan : KIDUNG AGUNG 5:2-8. Setahun: Ulangan 24-27. Nats: Kekasihku kubukakan pintu, tetapi kekasihku sudah pergi, lenyap. Seperti pingsan aku ketika ia menghilang. Kucari dia, tetapi tak kutemui, kupanggil, tetapi tak disahutnya. (Kidung Agung 5:6) Renungan: JANGAN BIARKAN TERLAMBAT.
Kitab Kidung Agung adalah kitab yang berisi kisah cinta antara Mempelai lelaki dan mempelai wanita. Walaupun ditulis oleh Raja Salomo untuk memuja kekasihnya, namun kitab ini juga menggambarkan cinta Kristus Sang Kepala Gereja, Sang Mempelai Pria, kepada mempelai wanita, yaitu kita sebagai gereja TUHAN. Ayat bacaan hari ini dilanjutkan dengan

Mazmur ini menyatakan jenis orang yang akan dijawab oleh Allah pada saat kesusahan. Mereka harus memiliki hubungan pribadi yang mengandalkan Allah (ayat Mazm 4:6,9), keinginan sungguh akan pertolongan Allah (ayat Mazm 4:2,4,7) dan gaya hidup saleh (ayat Mazm 4:4-6; lihat cat. --> Mazm 4:4 berikutnya). [atau ref. Mazm 4:4]

Beberapa ayat Alkitab tersebut dapat kita jumpai dalam kitab Kidung Agung yang ditulis oleh raja Salomo. Berikut ini beberapa ayat Alkitab romantis untuk ungkapkan pujian kepada pasangan, antara lain: Kidung Agung 1:15. Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau, bagaikan merpati matamu. Kidung Agung 1:16
Syair Keempat: Mempelai Wanita Takut Kehilangan Kekasihnya. ( Kid 5:2-6:3) A. Mimpi Mempelai Wanita pada Malam Hari. ( Kid 5:2-7) B. Mempelai Wanita dan Para Sahabatnya Membicarakan Mempelai Laki-Laki. ( Kid 5:8-16) C. Tempat yang Didatangi Mempelai Laki-Laki. ( Kid 6:1-3) V. Syair Kelima: Kecantikan Mempelai Wanita.
Kata-Kata Kunci: Kidung Agung, penafsiran, konstruksi teologis, seksualitas, metode tafsir, hasrat seksual Pendahuluan Kidung Agung merupakan salah satu sumber teologi yang mendapat bagian relatif kecil dalam kehidupan bergereja. Tidak banyak Pendalaman Alkitab atau khotbah yang menggunakan Kidung Agung sebagai teks yang dibahas.
Pernyataan kasih sayang yang terdapat dalam Kidung Agung bisa jadi kedengaran sangat aneh bagi para pembaca dari negeri-negeri Barat. Namun, hendaknya diingat bahwa nyanyian ini berlatar belakang negeri Timur sekitar 3.000 tahun yang lalu. Tokoh-tokohnya. Tokoh utama dalam Kidung Agung adalah si gadis Syulam.
Nas : Kid 2:7. Frasa ini terdapat tiga kali dalam kitab ini (lih. Kid 3:5 ; Kid 8:4 ); kata-kata ini diucapkan oleh pihak wanita dan mengacu pada keintiman jasmaniah di antara dirinya dengan kekasihnya. Dia tidak ingin keintiman terjadi sehingga situasinya tepat, yaitu hingga dia sudah menikah dengan Salomo. Alkitab hanya mengizinkan hubungan
Kidung Agung 7. 7:1 Betapa indah langkah-langkahmu dengan sandal-sandal itu, puteri yang berwatak luhur! Lengkung pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman. 7:1 Betapa indahnya kakimu dengan kasut-kasut itu, hai putri bangsawan. Lekuk pinggangmu bagaikan perhiasan, karya tangan seniman. 7:2 Pusarmu seperti cawan yang bulat, yang tak .
  • 8mjbot0f24.pages.dev/387
  • 8mjbot0f24.pages.dev/380
  • 8mjbot0f24.pages.dev/361
  • 8mjbot0f24.pages.dev/127
  • 8mjbot0f24.pages.dev/180
  • 8mjbot0f24.pages.dev/162
  • 8mjbot0f24.pages.dev/386
  • 8mjbot0f24.pages.dev/37
  • khotbah kidung agung 8 5 7