Semuavideo Garam yang Bersifat Basa. 05:10. Berikut adalah hasil uji sifat asam/basa dari beberapa ga Garam yang Bersifat Asam; Garam yang mempunyai pH>7 dalam larutannya adalah .. Garam yang Bersifat Basa; Kesetimbangan Ion dan pH Larutan Garam; Kimia Fisik dan Analisis; Kimia;

pH Larutan Garam Pengertian, Rumus, dan Contoh Soalnya Garam merupakan salah satu kebutuhan pelengkap dari kebutuhan pangan, selain itu juga garam merupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia. Garam pada umumnya merupakan hasil reaksi antara senyawa asam dan basa. Pada beberapa pecobaan juga ditunjukkan bahwa sifat asam akan hilang dan berubah menjadi netral apabila direaksikan dengan basa dengan jumlah yang tepat habis. Reaksi antara larutan asam dengan larutan basa untuk membentuk larutan yang bersifat netral disebut dengan netralisasi atau penetralan. A. Reaksi Netralisai Reaksi netralisasi adalah reaksi yang terjadi pada asam dan basa yang membentuk garam diikuti dengan pembentukan molekul air. Persamaan umum reaksi netralisasi adalah HA + BOH β†’ BA + H2O Kebalikan dari reaksi netralisasi disebut reaksi hidrolisis garam. Reaksi ini terjadi antara garam yang bereaksi dengan air membentuk asam atau basa. Persamaan umum reaksi hidrolisis adalah BA + H2O β†’ HA + BOH Berikut ini beberapa jenis reaksi netralisasi. B. pH larutan Garam Di dalam larutan garam terjadi reaksi hidrolisis. Reaksi hidrolisis adalah suatu penguraian dalam air. Sedangkan hidrolisis garam adalah penguraian garam menjadi ion positif dan ion negatif yang terjadi di dalam air. Hidrolisis garam pada dasarnya merupakan reaksi asam basa Bronsted-Lowry. Berdasarkan asam basa pembentuknyagaram dibedakan menjadi empat, yaitu. 1. Garam dari asam kuat dan basa kuat Larutan garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat ini bersifat netral atau tidak terhidrolisis dalam air. Larutannya memiliki pH = 7, seperti NaCl dan K2SO4 2. Garam dari asam lemah dan basa kuat Larutan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat ini mengalami hidrolisis sebagian parsial dalam air. Anion pada garam ini mengalami hidrolisis. Larutan garam yang terhidrolisis bersifat basa dengan pH > 7. Contohnya seperti CH3COONa dan Na2CO3. Baca Konsep Asam Basa Pengertian, Perkembangan, dan Contohnya Indikator Asam Basa, Pengertian, Jenis-jenis, Soal, dan Pembahasannya pH Larutan Asam Basa, Pengertian, Rumus, Soal dan Pembahasannya Keberadaan garam tersebut dalam air akan menyebabkan pH naik, karena [H+] dan [OH–] bertambah. Tetapan hidrolisis Kh dari reaksi hidrolisis tersebut yaitu Besarnya pH garam ditentukan dari konsentrasi ion OH– dalam larutan garam tersebut, dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Keterangan Ka = tetapan kesetimbangan asam Kw = tetapan kesetimbangan = 10-14 Kh = tetapan hidrolisis [G] = Konsentrasi anion garam terhidrolisis 3. Garam dari asam kuat dan basa lemah Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah mengalami hisrolisis sebagian parsial dalam air. Garam mengandung kation asam Kation yang memberi proton pada air yang mengalami hidrolisis. Seperti garam NH4Cl, di dalamiar garam tersebut terionisasi dengan persamaan sebagai berikut NH4Cl aq β†’ NH4+ aq + Cl– aq Ion NH4+ dari garam NH4 Cl berasal dari basa lemah NH4OH akan bereaksi dengan ion OH– dari air membentuk reaksi berikut in NH4+aq + H2Ol ↔ NH3aq + H3O+aq Sementara ion Cl dari garam NH4Cl yang berasal dari asam kuat HCl tidak bereaksi dengan ion H+ dari air, sehingga garam ini terhidrolisis sebagian atau terhidrolisis parsial. Adanya garam ini dalam air dapat menyebabkan penurunan pH pH Kb , larutan garam bersifat asam pH7 Harga pH untuk larutan dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut. Contoh Penerapan. Tentukan banyaknya garam CH3COONa dalam laritam 100 ml CH3COONa, dengn pH = 9! Mr CH3COONa = 42, Ka = 1, -5 Pembahasan Diketahui CH3COONa = 100 ml = 0,1 L pH = 9 Mr CH3COONa = 42 Ka = 1, -5 Ditanyakan banyaknya garam yang dalam larutan massa garam ? CH3COONa merupakan garam yang berasal dari asam lemah dan basa kuat maka rumus mencari konsentrasi massa garam melalui rumus Massa = mol x Mr sedangkan Mol = volume x M Mula-mula kita mencari molaritas garam [G] terlebih dahulu, dengan rumus sebagai berikut. pH = 9 pOH = 14 -pH pOH 14-9 pH = 5, sehingga didapatkan [OH–] =10-5 [G] = 0,18 M mol CH3COONa = volume x M mol CH3COONa = 0,1 L x 0,18 M CH3COONa = 0,018 mol Mencari massa CH3COONa = mol x Mr Massa CH3COONa = 0,018 x 42 Massa CH3COONa = 0,756 gram Demikian ulasan materi pengertian pH larutan garam, rumus, dan contoh soalnya. Semoga bermanfaat

SoalAsam, Basa dan Garam Pilihan Ganda Fisika SMP. Kelas 7. 1. Berikut ini adalah sifat-sifat larutan asam, kecuali. . a. dapat memerahkan warna lakmus biru. b. dapat menimbulkan pencemaran udara. c. larutannya termasuk non-elektrolit. d. jika dilarutkan dalam air terjadi reaksi ionisasi. Fisik dan Analisis Kelas 11 SMAKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramGaram yang Bersifat BasaGaram berikut yang larutannya dalam air dapat membirukan kertas lakmus merah adalahA. Na2CO3 B. NH4OH . C. NaCl D. BaCl2 E. K2SO4 Garam yang Bersifat BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0402Garam yang mempunyai pH>7 dalam larutannya adalah .......0043Perhatikan data berikut ini 1. CH3COO^- +H2O->CH3COOH+OH...0459Dari campuran larutan berikut yang menghasilkan garam ter...Teks videoCoffee Friends disini ada soal garam berikut yang larutannya dalam air dapat membirukan kertas lakmus merah adalah kita harus tahu dulu untuk indikator lakmus merah itu seperti apa indikator lakmus merah ini Apabila larutannya bersifat asam dia akan berwarna merah. Namun apabila larutannya bersifat basa lakmus merah akan berubah menjadi biru. Nah yang diminta dalam soal ini adalah membirukan kertas lakmus merah berarti kita harus cari garam yang bersifat basa kita harus tahu dulu juga untuk konsep hidrolisis nya seperti apa hidrolisis garam ini terdiri dari empat macam tipe yang pertama itu garam berasal dari asam kuat dengan basa kuat ini tidak akan terhidrolisis dan larutannya bersifat netral yang tipe kedua yaitu asam kuat Dengan basa lemah yang akan terhidrolisis yaitu bahasa larutannya bersifat asam kemudian untuk tipe yang ketiga yaitu asam lemah dengan basa kuat yang akan terhidrolisis yaitu asam dan larutannya bersifat basa untuk tipe yang terakhir yaitu asam lemah dengan basa lemah. Nah ini terhidrolisis total sifat larutannya bergantung pada nilai ka dan KB apabila k a lebih besar daripada KB larutan akan bersifat asam Namun apabila KB lebih besar dari ka larutan akan bersifat basa tapi jika nilai k = nilai KB maka larutan akan bersifat netral kita cek untuk option a sampai yang pertama ada na2co 3 terionisasi menjadi 2 Na + dan co3 2 min di sini mana Berasal dari basa kuat yaitu NaOH dan co3 2 min berasal dari asam lemah yaitu H2 co3 apabila terhidrolisis dalam air napas ini tidak akan terhidrolisis Karena Dia berasal dari basa kuat sedangkan yang co3 2 min akan terhidrolisis membentuk HCO3 Min dan oh Amin nah disini menghasilkan ion OH Amin berarti larutannya bersifat basa berarti untuk yang Abasa Kemudian untuk yang ini bukan larutan garam, tapi ini hanya larutan asam eh sorry basa lemah Kemudian untuk yang c yaitu NaCl apabila terionisasi menjadi ion Na + dan CL Min na n a plus ini merupakan basa kuat dan CL Min merupakan asam kuat juga jadi dua-duanya tidak akan Hidrolisis dan sifat larutannya berarti netral untuk yang bacl2 yaitu apabila terionisasi menjadi 2 + dan 2 CL Min untuk B12 ini merupakan basa kuat yaitu baoh2 jadi tidak akan terhidrolisis untuk yang CL Min ini berasal dari HCL dia asam kuat berarti juga tidak terhidrolisis dan sifat larutannya yaitu netral untuk K2 so4 apabila terionisasi menjadi 2 K plus dan so4 2min. Jadi K plus ini berasal dari basa kuat yaitu Koh dan tidak akan terhidrolisis untuk so4 2min berasal dari H2 so4 asam kuat. Jadi ini juga tidak terhidrolisis maka dari itu yang sifatnya Netral nah Berarti garam yang larutannya dalam air dapat biru kan kertas lakmus merah adalah yang a na2co 3 dan penjelasannya sampai jumpa di pembahasan berikutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
Garamada yang tidak terhidrolisis di dalam air. Garam tersebut adalah garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat. Berikut adalah 20 contoh garam yang tidak terhidrolisis: K 2 SO 4 = kalium sulfat; (tanpa bermuatan). Sifat-sifat garam adalah apabila terbentuk dari asam kuat dan basa lemah, maka garam akan bersifat asam. dan sebaliknya
Garam berikut yang larutannya dalam air dapat membirukan kertas lakmus merah adalah ..... A. Na2CO3 B. NH4OH C. NaCl D. BaCl2 E. K2SO4PembahasanGaram yang bisa membirukan kertas lakmus merah adalah garam yang bersifat basa terkandung basa kuat atau konsentrasi basa lebih banyak dibanding asam A. Na2CO3 = garam basa NaOH = basa kuat B. NH4OH = basa lemah bukan garam C. NaCl = garam netral asam kuat + basa kuat D. BaCl2 = garam netral asam kuat + basa kuat E. K2SO4 = garam netral asam kuat + basa kuatJawaban A-Jangan lupa komentar & sarannyaEmail nanangnurulhidayat terus OK! 😁 1 Garam berikut ini yang larutannya dalam air bersifat basa adalah .. A. (NH 4) 2 SO 4 B. K 2 SO 4 C. KCN D. NH 4 Cl E. NH 4 CN Jawaban Yang Benar : KCN Pembahasan Garam yang larutannya dalam air bersifat basa, bila garam tersebut berasal dari basa kuat dan asam lemah : KCN

Pilihan jawaban yang tepat adalah A. Garam di dalam air atau dalam bentuk larutannya akan bersifat asam jika garam terbentuk dari reaksi antara asam kuat dan basa lemah. Berdasarkan pilihan jawaban, garam yang bersifat asam adalah garam tembagaII sulfat. TembagaII sulfat berasal dari basa lemah dan asam kuat , jika diionisasi yaitu Ion dapat mengalami reaksi hidrolisis dengan air menghasilkan ion sehingga garam tembagaII sulfat bersifat asam. Jad, garam yang bersifat asam adalah TembagaII sulfat.

Lamdakaraginan tidak dapat membentuk gel 4. Semua jenis karaginan stabil pada pH netral dan alkali. Pada pH asam karagian akan terhidrolisis. Kelarutan karaginan di dalam air dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya suhu, senyawa organik, garam yang larut dalam air, serta tipe karaginan itu sendiri.
Fisik dan Analisis Kelas 11 SMAKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramGaram yang Bersifat BasaGaram berikut ini yang larutannya dalam air bersifat basa adalah .... A. KCN D. NH4 Cl B. K2 SO4 E. NH42 SO4 C. NH4 CNGaram yang Bersifat BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramKimia Fisik dan AnalisisKimiaRekomendasi video solusi lainnya0402Garam yang mempunyai pH>7 dalam larutannya adalah .......0043Perhatikan data berikut ini 1. CH3COO^- +H2O->CH3COOH+OH...0459Dari campuran larutan berikut yang menghasilkan garam ter...Teks videoAyo friend di sini ada soal garam berikut yang larutannya dalam air bersifat basa adalah yang mana untuk mengerjakan soal ini perlu kita ingat garam itu terbentuk dari reaksi antara asam dan basa ketika asam dan basa habis bereaksi makan sifat larutan garam bisa kita tinjau dari reaksi hidrolisis garam hidrolisis itu terjadi ketika ada kation atau anion dari asam atau basa lemah bertemu dengan air kita coba tinjau reaksinya 11 yang A kcn yang pertama kabel ini adalah kation dari basa kuat yaitu Koh maka tidak terhidrolisis sementara CNN anion dari asam lemah yaitu HCL sehingga akan terhidrolisis menjadi hcn dan oh, Amin yang terhidrolisis hanya anionnya saja Ini berarti hidrolisis sebagian lalu dihasilkan ion. OH Amin ini berarti menandakan garam yang bersifat basa sehingga yang benar kita cek yang ada K2 so4 yang pertama ion K plus sama dengan poin a tidak terhidrolisis 42 menit ini anion dari asam kuat yaitu H2 so4 ini pun juga tidak terhidrolisis karena dua-duanya tidak terhidrolisis maka tidak mengubah perbandingan konsentrasi ion H plus dan ion OH Amin dalam air sehingga larutan garam yang bersifat netral jadi yang kurang tepat yang C nh4cn reaksi hidrolisisnya yang pertama nh4 plus ini berasal dari basa lemah yaitu NH3 maka bisa terhidrolisis menjadi NH3 dan H 3 O plus sementara CNN ini berasal dari asam lemah yaitu hcn maka bisa terhidrolisis menjadi hcn dan ternyata Kation dan anionnya terhidrolisis maka hidrolisisnya adalah total hasilkan H 3 O plus dan oh Amin sehingga sifat garamnya ditentukan oleh ka dan KB kalau kakak lebih besar dari KB berarti Asam Kalau kakak sama dengan nol berarti Netral kalau kopi lebih besar dari KK berarti basah sehingga yang kurang tepat karena tidak diketahui data ka dan KB sehingga belum tentu bersifat basa yang di nh4cl nh4oh = poin sebelumnya yang bisa terhidrolisis CL Min ini berasal dari asam kuat yaitu HCL maka tidak terhidrolisis sehingga yang terhidrolisis hanya sebagian dan dihasilkan ion H 3 O plus ini menandakan garam yang bersifat asam jadi yang di kurang tepat yang nh4 2 kali so4 nh4 + sama dengan poin sebelumnya sementara so4 2min ini berasal dari asam kuat yaitu H2 so4, maka tidak terhidrolisis berarti di sini hanya sebagian dan dihasilkan ion H 3 O plus maka garam yang bersifat asam sehingga yang eh salah kesimpulannya garam yang larutannya bersifat basa adalah yang Terima kasih sampai jumpa di Pertanyaan selanjutnyaSukses nggak pernah instan. Latihan topik lain, yuk!12 SMAPeluang WajibKekongruenan dan KesebangunanStatistika InferensiaDimensi TigaStatistika WajibLimit Fungsi TrigonometriTurunan Fungsi Trigonometri11 SMABarisanLimit FungsiTurunanIntegralPersamaan Lingkaran dan Irisan Dua LingkaranIntegral TentuIntegral ParsialInduksi MatematikaProgram LinearMatriksTransformasiFungsi TrigonometriPersamaan TrigonometriIrisan KerucutPolinomial10 SMAFungsiTrigonometriSkalar dan vektor serta operasi aljabar vektorLogika MatematikaPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel WajibPertidaksamaan Rasional Dan Irasional Satu VariabelSistem Persamaan Linear Tiga VariabelSistem Pertidaksamaan Dua VariabelSistem Persamaan Linier Dua VariabelSistem Pertidaksamaan Linier Dua VariabelGrafik, Persamaan, Dan Pertidaksamaan Eksponen Dan Logaritma9 SMPTransformasi GeometriKesebangunan dan KongruensiBangun Ruang Sisi LengkungBilangan Berpangkat Dan Bentuk AkarPersamaan KuadratFungsi Kuadrat8 SMPTeorema PhytagorasLingkaranGaris Singgung LingkaranBangun Ruang Sisi DatarPeluangPola Bilangan Dan Barisan BilanganKoordinat CartesiusRelasi Dan FungsiPersamaan Garis LurusSistem Persamaan Linear Dua Variabel Spldv7 SMPPerbandinganAritmetika Sosial Aplikasi AljabarSudut dan Garis SejajarSegi EmpatSegitigaStatistikaBilangan Bulat Dan PecahanHimpunanOperasi Dan Faktorisasi Bentuk AljabarPersamaan Dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel6 SDBangun RuangStatistika 6Sistem KoordinatBilangan BulatLingkaran5 SDBangun RuangPengumpulan dan Penyajian DataOperasi Bilangan PecahanKecepatan Dan DebitSkalaPerpangkatan Dan Akar4 SDAproksimasi / PembulatanBangun DatarStatistikaPengukuran SudutBilangan RomawiPecahanKPK Dan FPB12 SMATeori Relativitas KhususKonsep dan Fenomena KuantumTeknologi DigitalInti AtomSumber-Sumber EnergiRangkaian Arus SearahListrik Statis ElektrostatikaMedan MagnetInduksi ElektromagnetikRangkaian Arus Bolak BalikRadiasi Elektromagnetik11 SMAHukum TermodinamikaCiri-Ciri Gelombang MekanikGelombang Berjalan dan Gelombang StasionerGelombang BunyiGelombang CahayaAlat-Alat OptikGejala Pemanasan GlobalAlternatif SolusiKeseimbangan Dan Dinamika RotasiElastisitas Dan Hukum HookeFluida StatikFluida DinamikSuhu, Kalor Dan Perpindahan KalorTeori Kinetik Gas10 SMAHukum NewtonHukum Newton Tentang GravitasiUsaha Kerja Dan EnergiMomentum dan ImpulsGetaran HarmonisHakikat Fisika Dan Prosedur IlmiahPengukuranVektorGerak LurusGerak ParabolaGerak Melingkar9 SMPKelistrikan, Kemagnetan dan Pemanfaatannya dalam Produk TeknologiProduk TeknologiSifat BahanKelistrikan Dan Teknologi Listrik Di Lingkungan8 SMPTekananCahayaGetaran dan GelombangGerak Dan GayaPesawat Sederhana7 SMPTata SuryaObjek Ilmu Pengetahuan Alam Dan PengamatannyaZat Dan KarakteristiknyaSuhu Dan KalorEnergiFisika Geografi12 SMAStruktur, Tata Nama, Sifat, Isomer, Identifikasi, dan Kegunaan SenyawaBenzena dan TurunannyaStruktur, Tata Nama, Sifat, Penggunaan, dan Penggolongan MakromolekulSifat Koligatif LarutanReaksi Redoks Dan Sel ElektrokimiaKimia Unsur11 SMAAsam dan BasaKesetimbangan Ion dan pH Larutan GaramLarutan PenyanggaTitrasiKesetimbangan Larutan KspSistem KoloidKimia TerapanSenyawa HidrokarbonMinyak BumiTermokimiaLaju ReaksiKesetimbangan Kimia Dan Pergeseran Kesetimbangan10 SMALarutan Elektrolit dan Larutan Non-ElektrolitReaksi Reduksi dan Oksidasi serta Tata Nama SenyawaHukum-Hukum Dasar Kimia dan StoikiometriMetode Ilmiah, Hakikat Ilmu Kimia, Keselamatan dan Keamanan Kimia di Laboratorium, serta Peran Kimia dalam KehidupanStruktur Atom Dan Tabel PeriodikIkatan Kimia, Bentuk Molekul, Dan Interaksi Antarmolekul
E asam lemah dan basa lemah 5. Campuran berikut yang menghasilkan senyawa garam yang tidak terhidrolisis adalah A. KOH + CH 3 COOH B. NH 4 OH + HCl C. NaOH + HCN D. KOH + HCl E. HCl + NH 3 6. Garam berikut yang apabila dilarutkan dalam air mengalami hidrolisis totaladalah A. NH 4 Cl B. CH 3 COOK C. Na 2 NO 3 D. CH 3 COONH 4 E. BaSO 4 7. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID QbWa5XZ6dQ8eP2sXlAUgmZ3n-Ouxd-9dPCEaIJKwXoPXAVvfLfFZZA== Garamberikut yang dalam air terhidrolisis sebagian dan bersifat basa adalah . A. natrium klorida. B. kalium asetat. C. kalsium bromida. D. amonium klorida. E. amonium asetat. Pembahasan: A. natrium klorida β†’ tidak terhidrolisis. B. kalium asetat β†’ terhidrolisis sebagian (basa) PembahasanGaram yang anionnya berasal dari asam lemah dan kationnya berasal dari basa kuat jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi dengan air menghasilkan ion yang menyebabkan larutan bersifat basa. Contoh garam basa adalah kalium asetat . Ion bereaksi dengan air membentuk reaksi kesetimbangan Jadi, jawaban yang benar adalah yang anionnya berasal dari asam lemah dan kationnya berasal dari basa kuat jika dilarutkan dalam air akan menghasilkan anion yang berasal dari asam lemah. Anion tersebut bereaksi dengan air menghasilkan ion yang menyebabkan larutan bersifat basa. Contoh garam basa adalah kalium asetat . Ion bereaksi dengan air membentuk reaksi kesetimbangan Jadi, jawaban yang benar adalahA.
Kationna+ tidak terhidrolisis, sebagaimana di dalam air na+ hanya akan terhidrasi (dikelilingi . Akan tetapi bila dilarutkan asam, basa, atau garam ke dalam air maka . 1 garam berikut yang kelarutannya dalam air bersifat basa adalah. Yang memengaruhi ph larutan, sehingga larutan garam dapat bersifat asam, basa, atau netral.
Soal Dan Pembahasan Kimia Larutan Asam Dan Basa 1. Garam berikut ini yang larutannya dalam air bersifat basa adalah …….. A. NH42 SO4 B. K2 SO4 C. KCN D. NH4 Cl E. NH4 CNJawaban Yang Benar KCN Pembahasan Garam yang larutannya dalam air bersifat basa, bila garam tersebut berasal dari basa kuat dan asam lemah KCN2. Larutan protein dapat bereaksi dengan asam maupun basa. Ini menunjukkan bahwa protein bersifat …….. A. Kovalen B. Amfoter C. Asam lemah D. Netral E. Basa lemah Jawaban Yang Benar Amfoter Pembahasan Asam amino merupakan senyawa amfoter, jadi bersifat basa dalam suasana asam kuat dan bersifat asam dalam suasana basa kuat. 3. Senyawa alkohol di bawah ini yang tidak dapat dioksidasi oleh larutan KMnO4 atau K2 Cr2 O7 dalam suasana asam adalah …….. A. 2-metil-butanol B. 3-metil-2-butanol C. 3-pentanol D. 3, 3-dimetil-2-butanol E. 4-metil-2-pentanol Jawaban Yang Benar 2-metil-butanol Pembahasan Alkohol yang tidak dioksidasi adalah alkohol tertair yaitu 2- metil-2-butanol 4. Garam di bawah ini yang bila dilarutkan ke dalam air bersifat basa adalah ……. A. CH3 COONa B. Na2 SO4 C. KCl D. NH4 Cl E. NaCl Jawaban Yang Benar CH3 COONa Pembahasan Garam yang dalam air terhidrolisis dan bersifat basa adalah senyawa garam yang berasal dari basa kuat dan asam lemah. a. Na2 SO4 NaOH= BK + H2SO4= AK b. NaCl NaOH= BK + HCl=AK c. KCl KOH= BK + HCl= AK d. NH4 Cl NH3= BL + HCl=AK e. CH3 COONa CHCOOH3= AL + NaOH= BK 5. Suatu asam lemah HA, pH nya = 4 – log 5. Ka HA = 2,5 x 10-5 Konsentrasi HA adalah ……. A. 1,05 M B. 0,03 M C. 0,04 M D. 0,02 M E. 0,01 M Jawaban Yang Benar 0,02 M Pembahasan pH asam lemah HA = 4 – log 5 Ka HA = 2,5 . 10-5 soal kedua Berikut contoh-contoh soal yang bisa dipelajari Soal No. 1 Tentukan pH dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H+ sebesar 10βˆ’ 4 M dengan tanpa bantuan alat hitung kalkulator! Pembahasan Menghitung pH larutan atau pOH larutan. Diketahui data [H+] = 10βˆ’4, dengan rumus yang pertama untuk mencari pH Sehingga ingat kembali rumus logaritma Soal No. 2 Tentukan pH dari suatu larutan yang memiliki konsentrasi ion H+ sebesar 2 Γ— 10βˆ’4 M. Gunakan nilai log 2 = 0,3 Pembahasan [H+ ] = 2 Γ— 10βˆ’4, dengan rumus yang sama, Ingat sifat log berikut Soal No. 3 Suatu larutan diketahui memiliki nilai pH sebesar 3. Tentukan besar konsentrasi ion H+ dalam larutan tersebut! Pembahasan Data pH = 3 [H+] = ….. Soal No. 4 Suatu larutan diketahui memiliki nilai pH sebesar 2,7. Tentukan besar konsentrasi ion H+ dalam larutan tersebut! Pembahasan Data pH = 2,7 [H+] = ….. Dengan rumus yang sama dan perhitungan memakai bantuan kalkulator Soal No. 5 Suatu larutan diketahui memiliki nilai pH sebesar 2,7. Tentukan besar konsentrasi ion H+ dalam larutan tersebut dengan tanpa kalkulator, diberikan log 2 = 0,3! Pembahasan Data pH = 2,7 [H+] = ….. Soal No. 6 Suatu larutan diketahui memiliki pH sebesar 4,5. Tentukan pOH dari larutan tersebut! Pembahasan Data pH = 4,5 pOH =… pH + pOH = 14 4,5 + pOH = 14 pOH = 14 βˆ’ 4,5 = 9,5 Soal No. 7 Suatu larutan diketahui memiliki pOH sebesar 11,2. Tentukan pH dari larutan tersebut! Pembahasan Data pOH = 11,2 pH =… pH + pOH = 14 pH + 11,2 = 14 pH = 14 βˆ’ 11,2 = 2,8 Soal No. 8 Jika tetapan suatu asam HA 10βˆ’5, pH larutan HA 0,1 M adalah…. A. 5 B. 4 C. 3 D. 2 E. 1 umptn 1996 Pembahasan Menentukan pH melalui tetapan asam yang diketahui dimana Ka = tetapan ionisasi asam M = konsentrasi asam Sehingga Soal No. 9 Tentukan pH dari larutan H2SO4 0,005 M Pembahasan H2SO4 termasuk asam kuat dan diasumsikan mengion dengan sempurna sebagai berikut H2SO4 β†’ 2H+ + SO42βˆ’ 0,005 M 0,01 M 0,005 M [H+] = 0,01 M = 10βˆ’2 M pH = βˆ’ log 10βˆ’2 = 2 Soal No. 10 Tentukan nilai pH larutan NH3 0,1 M diketahui Kb = 10βˆ’5! Pembahasan Menentukan pOH dari basa lemah terlebih dahulu melalui tetapan ionisasi basa yang diketahui Sehingga Soal No. 11 Jika harga Kb NH3 = 2 β‹… 10βˆ’5 maka pH larutan NH3 0,2 M adalah…. A. 11 + log 2 B. 11 βˆ’ log 2 C. 8 βˆ’ log 2 D. 8 + log 2 E. 3 βˆ’ log 2 uan 2002 Pembahasan Menentukan pOH dari basa lemah terlebih dahulu melalui tetapan ionisasi basa yang diketahui Soal No. 12 Suatu larutan memiliki pH = 2. Tentukan pH larutan jika diencerkan dengan air seratus kali! Pembahasan Data Diencerkan 100 x berarti V2 = 100 V1 pH = 2, berarti [H+] = 10βˆ’2 pH setelah diencerkan =…. V2M2 = V1M1 Soal No. 13 Bila larutan asam kuat pH = 1 diencerkan dengan air sepuluh kali, tentukan pH setelah pengenceran! Pembahasan Lakukan seperti nomor 11, akan diperoleh hasil nilai pH = 2 Soal No. 14 Dalam suatu wadah terdapat larutan CH3COOH 0,1 M sebanyak 400 mL Ka = 10 -5. Ke dalam larutan kemudian dicampurkan H2SO4 0,001 M sebanyak 600 mL. Tentukan pH campuran tersebut! Pembahasan Menentukan pH campuran Asam dengan Asam. Tentukan terlebih dahulu konsentrasi ion H+ dari pencampuran tersebut dengan data H2SO4 asam kuat 0,001 M sebanyak 600 mL V1 = 600 mL [H+]1 = M Γ— valensi asam = 0,001 Γ— 2 = 0,002 M CH3COOH asam lemah 0,1 M sebanyak 400 mL Ka = 10 -5 V2 = 400 mL [H+]2 = √Ka Γ— M = √10 -5 Γ— 0,1 M = 0,001 M Konsentrasi H+ dengan demikian adalah pH campuran Soal No. 15 Dalam sebuah wadah terdapat 400 mL larutan NH3 0,1 M Ξ± = 1% kemudian ditambahkan 600 mL larutan BaOH2 0,001 M. Tentukan a [OH βˆ’ ] dari NH3 b [OH –] dari BaOH2 c pH campuran Pembahasan a [OH βˆ’ ] dari NH3 NH3 termasuk basa lemah. Sehingga [OH βˆ’] darinya adalah [OH βˆ’ ] = M Γ— Ξ± = 0,1 Γ— 1/100 = 10 βˆ’3 M b [OH βˆ’] dari BaOH2 BaOH2 termasuk basa kuat. [OH βˆ’ ] dari BaOH2 adalah [OH βˆ’] = M Γ— valensi = 0,001 Γ— 2 = 0,002 = 2 Γ— 10 βˆ’3 M c pH campuran Dengan rumus campuran dua macam basa berikut dimana V1 = 400 mL [OH βˆ’ ]1 = 10 βˆ’3 M V2 = 600 mL [OH βˆ’ ]2 = 2 Γ— 10 βˆ’3 M diperoleh [OH βˆ’] campuran pOH dan pH dari campurannya adalah Soal No. 16 Diberikan larutan 250 mL HCl 0,02 M yang dicampurkan dengan 250 mL NaOH 0,01 M. Tentukan pH larutan yang diperoleh! Pembahasan Tentang campuran asam kuat dan basa kuat. pH campuran tergantung dari sisa reaksi jika ada. Terlebih dahulu menentukan mol-mol asam – basa yang bereaksi untuk kemudian mengetahui sisanya. Dari 250 mL HCl 0,02 M diperoleh data V = 250 mL M = 0,02 mol = V Γ— M = 250 Γ— 0,02 = 5 mmol Dari 250 mL NaOH 0,01 M diperoleh data V = 250 mL M = 0,01 mol = V Γ— M = 250 Γ— 0,01 = 2,5 mmol Reaksi yang terjadi Tersisa 2,5 mmol HCl pada volume campuran V = 250 mL + 250 mL = 500 mL. Sehingga [H+] adalah [H+] = 2,5 mmol / 500 mL = 5 Γ— 10βˆ’3 mol/L = 5 Γ— 10βˆ’3 M pH campurannya pH = βˆ’ log [H+] = βˆ’ log 5 Γ— 10βˆ’3 = 3 βˆ’ log 5 = 2,3 Soal No. 17 Diberikan larutan 250 mL HCl 0,01 M yang dicampurkan dengan 250 mL NaOH 0,01 M. Tentukan pH larutan yang diperoleh! Pembahasan Seperti soal sebelumnya, asam kuat dicampur basa kuat Dari 250 mL HCl 0,01 M diperoleh data V = 250 mL M = 0,01 mol = V Γ— M = 250 Γ— 0,01 = 2,5 mmol Dari 250 mL NaOH 0,01 M diperoleh data V = 250 mL M = 0,01 mol = V Γ— M = 250 Γ— 0,01 = 2,5 mmol Reaksi yang terjadi Tidak ada sisa dari asam kuat maupun basa kuat. Untuk kasus seperti ini pH = 7. Soal No. 18 Diberikan larutan 250 mL HCl 0,01 M yang dicampurkan dengan 250 mL NaOH 0,02 M. Tentukan pH larutan yang diperoleh! Pembahasan Larutan dari asam kuat dicampur basa kuat Dari 250 mL HCl 0,01 M diperoleh data V = 250 mL M = 0,01 mol = V Γ— M = 250 Γ— 0,01 = 2,5 mmol Dari 250 mL NaOH 0,02 M diperoleh data V = 250 mL M = 0,02 mol = V Γ— M = 250 Γ— 0,02 = 5 mmol Reaksi yang terjadi Tersisa 2,5 mmol NaOH pada volume campuran V = 250 mL + 250 mL = 500 mL. Sehingga [OH βˆ’ ] adalah [OH βˆ’ ] = 2,5 mmol / 500 mL = 5 Γ— 10βˆ’3 mol/L = 5 Γ— 10βˆ’3 M pOH campurannya pOH = βˆ’ log [OH βˆ’ ] = βˆ’ log 5 Γ— 10βˆ’3 = 3 βˆ’ log 5 = 2,3 pH campurannya pH = 14 βˆ’ 2,3 = 11,7 Soal No. 19 Diberikan larutan HCl 200 mL dengan pH = 2 yang dicampurkan dengan 200 mL NaOH dengan pOH = 4. Tentukan pH larutan yang diperoleh! Pembahasan Prinsipnya sama seperti 3 soal sebelumnya. Disini diketahui pH dan pOH dari masing-masing asam dan basa hingga dapat ditentukan dulu mol asam dan basa yang bereaksi. Data Dari HCl 200 mL dengan pH = 2 V = 200 mL pH = 2 β†’ [H+ ] = 10 βˆ’2 M mol H+ = M Γ— V = 10 βˆ’2 Γ— 200 mL = 2 mmol Karena HCl β†’ H+ + Cl βˆ’ 2 mmol ← 2 mmol mol HCl = 2 mmol Dari NaOH 200 mL dengan pOH = 4 V = 200 mL pOH = 4 β†’ [OH βˆ’ ] = 10 βˆ’4 M mol OH βˆ’ = M Γ— V = 10 βˆ’4 Γ— 200 mL = 0,2 mmol mol OH βˆ’ = M Γ— V = 10 βˆ’4 Γ— 200 mL = 0,02 mmol Karena NaOH β†’ Na+ + OH βˆ’ 0,02 mmol ← 0,02 mmol mol NaOH = 0,02 mmol Reaksi yang terjadi antara HCl dan NaOH Tersisa HCl sebanyak 1,98 mmol pada campuran dengan volum V = 200 mL + 200 mL = 400 mL. Setelah mengetahui [H+], dapat dilanjutkan menghitung pH nya Soal No. 20 80 mL NaOH 0,1 M dicampur dengan 80 mL HCl 0,1 M. pH larutan yang dihasilkan adalah…. A. 4 B. 7 C. 8 D. 9 E. 11 Pembahasan Data 80 mL NaOH basa kuat 0,1 M β†’ 8 mmol 80 mL HCl asam kuat 0,1 M β†’ 8 mmol Reaksi yang terjadi Tidak ada sisa baik dari asam ataupun basa, reaksi dari asam kuat dan basa kuat yang tanpa sisa menghasilkan larutan dengan pH 7. Jawaban B Cara menghitung pH dari larutan penyangga dapat dilihat di artikel yang bertitle β€œLarutan penyangga dan PH”. Untuk cara hidrolisis garam di artikel yang bertitel β€œHidrolisis Larutan Garam dan pH”.
BasaBasa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidroksida (OH-). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H +) sehingga dihasilkan air (H2O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa. Perhatikan tabel 2.2 berikut ini! Hidrolisis Garam – Pengantar Ketika suatu asam bereaksi dengan suatu basa maka akan dihasilkan senyawa ionik yang disebut garam. Larutan garam dapat bersifat netral, asam, ataupun basa. Hal ini dikarenakan terjadinya hidrolisis garam, yaitu reaksi dari suatu kation atau suatu anion, ataupun keduanya, dengan air menghasilkan ion H+aq atau OHβˆ’aq. Secara umum, larutan garam yang dihasilkan dari reaksi asam kuat dengan basa kuat bersifat netral, larutan garam yang dihasilkan dari reaksi asam kuat dengan basa lemah bersifat asam, dan larutan garam yang dihasilkan dari reaksi asam lemah dengan basa kuat bersifat basa. Garam dari asam kuat dan basa kuat Garam seperti NaCl yang dapat terbentuk dari reaksi basa kuat NaOH dan asam kuat HCl tidak dapat terhidrolisis sehingga larutannya bersifat netral. Anion Clβˆ’ merupakan basa konjugasi yang sangat lemah karena berasal dari asam kuat sehingga cenderung tidak dapat menarik proton. Kation Na+ tidak terhidrolisis, sebagaimana di dalam air Na+ hanya akan terhidrasi dikelilingi oleh molekul-molekul H2O. Oleh karena densitas muatannya yang rendah, kemampuan kation Na+ mempolarisasi molekul-molekul H2O di sekitarnya untuk melepas proton dapat diabaikan. Akibatnya, kation Na+ cenderung tidak mempengaruhi keasaman larutan. Anion-anion basa konjugasi dari asam kuat yang tidak terhidrolisis, antara lain Clβˆ’, Brβˆ’, Iβˆ’, NO3βˆ’, dan ClO4βˆ’. Kation-kation dari basa kuat yang tidak terhidrolisis, antara lain kation-kation logam golongan IA dan IIA Li+, Na+, K+, Mg2+, Ca2+, kecuali Be2+. Jadi, larutan garam dari asam kuat dan basa kuat umumnya tidak mengubah perbandingan konsentrasi H+ dan OHβˆ’ dalam air. Oleh karena itu, larutannya bersifat netral pH = 7. Garam dari asam kuat dan basa lemah Garam seperti NH4Cl yang dapat terbentuk dari reaksi asam kuat HCl dan basa lemah NH3 akan mengalami hidrolisis kation yang berasal dari basa lemah sehingga larutannya bersifat asam. Anion Clβˆ’ tidak terhidrolisis karena merupakan basa konjugasi yang sangat lemah. Kation NH4+ dapat terhidrolisis karena merupakan asam konjugasi lemah yang berasal dari basa lemah sehingga dapat mendonorkan proton H+ kepada H2O dan membentuk ion hidronium H3O+. Kation-kation yang dapat terhidrolisis meliputi kation asam konjugasi dari basa lemah, seperti NH4+, CH3NH3+, C6H5NH3+, dan C5H5NH+; kation logam dengan densitas muatan tinggi, seperti Fe3+, Cr3+, Al3+, Cu2+, dan Ni2+. Jika kation yang terhidrolisis dimisalkan sebagai BH+, maka reaksi hidrolisisnya dapat ditulis sebagai berikut. BH+aq + H2Ol β‡Œ Baq + H3O+aq Reaksi ini dapat juga ditulis dalam bentuk yang lebih sederhana seperti berikut. BH+aq β‡Œ Baq + H+aq Dengan asumsi jumlah kation BH+ yang terhidrolisis relatif kecil [BH+]setimbang β‰ˆ [BH+]awal = Mb, sebagaimana kation terhidrolisis merupakan asam konjugasi lemah, maka pada kondisi setimbang Hubungan antara nilai tetapan kesetimbangan Kh dengan nilai tetapan ionisasi basa lemah B Kb dan nilai tetapan autoionisasi air Kw, yaitu dengan Mb = molaritas komponen kation garam yang terhidrolisis. Oleh karena itu, larutan garam dari asam kuat dan basa lemah akan meningkatkan konsentrasi H+ H3O+ dalam air sehingga larutannya bersifat asam pH 7. Garam dari asam lemah dan basa lemah Garam seperti CH3COONH4 yang dapat terbentuk dari reaksi asam lemah CH3COOH dan basa lemah NH3 akan mengalami hidrolisis kation dan anionnya. pH larutan garam demikian bergantung pada kekuatan asam relatif dari kation dan kekuatan basa relatif dari anion. Kekuatan relatif dari anion dan kation dapat ditentukan dari kekuatan relatif asam lemah dan basa lemah yang berhubungan. Dengan demikian, terdapat tiga kemungkinan kondisi keasaman larutan garam yang terbentuk dengan parameter seperti berikut. pH larutan garam dari asam lemah dan basa lemah hanya dapat diperkirakan menggunakan rumus berikut dengan asumsi jumlah garam yang terhidrolisis relatif sangat kecil. Contoh Soal Hidrolisis Garam dan Pembahasan Tentukan pH larutan garam berikut dalam air a. NaOCl 0,3 M b. C6H5NH3Cl 0,2 M c. NH4F 0,1 M KaHOCl = 2,9 Γ— 10βˆ’8; KaHF = 6,6 Γ— 10βˆ’4; KbC6H5NH2 = 7,4 Γ— 10βˆ’10; KbNH3 = 1,8 Γ— 10βˆ’5 Jawab a. Garam NaOCl termasuk garam dari asam lemah HOCl dan basa kuat NaOH, sehingga kation Na+ tidak terhidrolisis sedangkan anion OClβˆ’ akan terhidrolisis menghasilkan larutan bersifat basa pH > 7. b. Garam C6H5NH3Cl termasuk garam dari asam kuat HCl dan basa lemah C6H5NH2, sehingga anion Clβˆ’ tidak terhidrolisis sedangkan kation C6H5NH3+ akan terhidrolisis menghasilkan larutan bersifat asam pH KbNH3 1,8 Γ— 10βˆ’5, larutan garam akan bersifat asam pH < 7. Hidrolisis Garam – Referensi Atkins, Peter & Jones, Loretta. 2010. Chemical Principles The Quest for Insight 5th edition. New York Freeman & Company Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry The Central Science 13th edition. New Jersey Pearson Education, Inc. Chang, Raymond & Goldsby, Kenneth A. 2016. Chemistry 12th edition. New York McGraw-Hill Education McMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry 7th edition. New Jersey Pearson Education, Inc. Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry Principles and Modern Applications 11th edition. Toronto Pearson Canada Inc. Purba, Michael. 2006. Kimia 2B untuk SMA Kelas XI. Jakarta Erlangga Retnowati, Priscilla. 2005. SeribuPena Kimia SMA Kelas XI Jilid 2. Jakarta Erlangga Silberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry The Molecular Nature of Matter and Change 7th edition. New York McGraw-Hill Education Artikel Hidrolisis Garam Kontributor Nirwan Susianto, Alumni Kimia FMIPA UI Materi lainnya Polimer Reaksi Redoks Larutan Penyangga .
  • 8mjbot0f24.pages.dev/31
  • 8mjbot0f24.pages.dev/448
  • 8mjbot0f24.pages.dev/336
  • 8mjbot0f24.pages.dev/453
  • 8mjbot0f24.pages.dev/61
  • 8mjbot0f24.pages.dev/422
  • 8mjbot0f24.pages.dev/79
  • 8mjbot0f24.pages.dev/234
  • garam berikut yang larutannya di dalam air bersifat basa adalah