Penyiapan pakan ternak tidak bisa tergantung hanya pada hijauan fit sebagaimana rumput dan daun-daunan segar karena kedepan akan mengalami hambatan seiring dengan terbatasnya lahan untuk pengembangan tanaman andai pakan ternak. Untuk ekspansi ternak kedepan kita tentu tidak hanya dapat bergantung pada sumber hijauan konvensional, namun harus bisa memanfaatkan sumur pakan alternatif, yakni produk limbah pertanian nan jumlahnya memadai luber, seperti di provinsi-daerah cengkar, dimana ketersediaan hijauan segar terik diperoleh. Salah suatu limbah perkebunan yang produksinya ki akbar yaitu jerami, terutama jerami padi, disamping jerami jagung dan kacang-kacangan. Meski jerami antah produksinya berlimpah, tetapi n kepunyaan kelemahan karena kandungan gizinya rendah, demikian kembali palatabilitas kelezatan nya. Agar sapi makin lahap menyantapnya dan sebaiknya nilai cerna jerami meningkat maka dapat dilakukan dengan pengolahan diantaranya dengan fermentasi. Ada sejumlah metode dalam perebusan jerami. Ada perebusan secara fisik, prinsip kimiawi dan secara biologis. Sekarang cara biologis atau gabungan cara biologis dengan fisik, yang banyak digunakan. Pengolahan secara biologis suka-suka nan menggunakan patogen lokal MOL, atau dengan mikroba inokulan. Puas umumnya fermentasi target pakan selama 1-2 minggu. Doang, kini bila ketersediaan pakan sudah amat abnormal, atau bahkan petani telah tidak memiliki stok, maka dapat dilakukan secara cepat. Cara ini dilakukan dengan menekankan cara biologis nan dikombinasi dengan cara kimiawi. Teknik pengolahan secara biologis yang cepat bisa dilakukan bila kita memiliki inokulan fermentor nyata mikroba yang fermentatif, rata-rata boleh hidup secara an-aerob tanpa oksigen atau aerob dengan oksigen. Plong probiotik Bio-CAS yang mengandung sejumlah jenis mikroba pemecah pupuk bergairah yang bersifat fakultatif, seperti bakterioides, Rumminococus, dll yang lalu fermentatif, sehingga probiotik Bio-CAS disamping dapat dipergunakan langsung untuk menggenjot pertumbuhan sapi pun dapat dimanfaatkan untuk mengolah limbah, teragendakan jerami gabah. Untuk perebusan jerami secara cepat, diperlukan peralatan nan sederhana sebagai halnya ember terbit plastik berukuran 20 liter, 50 liter maupun bertambah. Ke dalam ember tersebut dimasukkan air steril bersih, seperti air dari mata air atau air sumur yang jernih. Bila menunggangi air hujan ataupun air sumber, sebelum digunakan harus disterilisasi, yakni dengan pemanasan 70-1000C agar seluruh basil yang ada didalamnya sirep. Kedalam air tersebut ditambahkan gula kawung atau molasis 10% x berat/volume air 1 kg untuk 10 liter air dan urea 0,1% x terik/tagihan air 10 gram atau 1 sendok bersantap sendirisendiri 10 liter air. Bahan-objek tersebut dilarutkan dalam air dan setelah sagu belanda masukkan Bio-Ki mengasah sebanyak 0,5% x jarang/volume air 50 cc ataupun 10 spatula makan sendirisendiri 10 liter air. Inokulan Bio-Menyegarkan diaduk-aduk mudah-mudahan merata, selanjutnya panggung ditutup dan dibiarkan ± 30 menit. Kemudian, jerami nan akan diolah diambil segenggam demi segenggam dan dipilin-belit lantas dicelupkan ke larutan Bio-CAS sepanjang 1-2 menit, kemudian diperas agar cairannya tertuang pun ke ajang. Jerami yang sudah tercelup cair ditaruh diatas para-para nan ditempatkan di tempat nan teduh ingat jangan kena sinar matahari. Jerami ditiriskan selama 3 jam dan lebih jauh siap diberikan ke piaraan sapi atau mahesa. Pada awalnya ternak agak berat makan tetapi selanjutnya akan terbiasa dan menjadi lahap. Sumber BPTP Bali
Mahasiswa UGM Latih Warga Blora Olah Jerami Gersang Lakukan Pakan Ternak Mahasiswa UGM Latih Warga Blora Olah Jerami Gersang Buat Pakan Ternak Mahasiswa KKN UGM memberikan pelatihan perebusan jerami padi cengkar menjadi jerami padi peragian buat masyarakat Desa Kebonrejo, Kecamatan Banjarejo, Blora Jawa Perdua. Dalam kegiatan itu selain diberikan penyuluhan, masyarakat diajak melakukan praktek secara langsung pembuatan jerami fermentasi. Koordinator mahaisswa KKN, Abdussalam Al Ghozali menyampaikan di musim kemarau sebagian besar peternak selalu mengalami kesulitan kerumahtanggaan pengadaan pakan khususnya faktual suket atau hijauan. Bisanya sebagaian besar masyarakat menggunakan pakan alternatif nyata jerami padi kering kurnia menepati kebutuhan pakan ternaknya di musim kemarau. Saja saja, pemberian jerami padi kering intern jangka waktu lama belum makmur mencukupi kebutuhan nutrisi ternak. “Jikalau pemberiannya sampai 5 wulan sapi bisa kehabisan gizi karena suratan protein agresif dari jerami antah cengkar sangat rendah berkisar antara 3-4 uang lelah saja,” kata mahasiswa Ilmu dan Industri Peternakan UGM ini, dalam rilis yang dikirim Kamis 23/7. Akibatnya perlu adanya terobosan untuk membantu pengadaan pakan yang telah dilakukan lazimnya publik agar tercipta pakan piaraan nan berkualitas dan selalu tersaji sejauh musim. Pelecok satunya dapat dilakukan dengan mengolah jerami padi kering menjadi jerami gabah pembusukan. Terlebih menjadi pakan komplit dengan penambahan bekatul sehingga kualitasnya boleh meningkat. “Kita beri pelatihan ini bagi mendukung pengadaan pakan sapi yang berkualitas di Blora,” jelasnya. Seperti diketahui Kabupaten Blora yakni salah satu daerah kelenteng sapi potong di Jawa Tengah. Setidaknya 16-17 persen populasi sapi Jawa Tengah berada di area ini. Ghozali mengatakan bahwa di Desa Kebonrejo ini erat setiap kepala keluarga punya ternak sapi. Maka dari itu sebab itu, kegiatan peningkatan kualitas cadangan pakan jerami padi ini menjadi penting buat disampaikan kepada warga setempat bikin taajul direalisasikan. “Warga sangat antusias menirukan pemasyarakatan dan pelatihan pembuatan jerami antah fermentasi ini. Bahkan tidak abnormal yang mengungkapkan ingin mencoba mengolah jeraminya menjadi jerami peragian,”urainya. Sementara Bambang Suwignyo, MP, dosen pembimbing lapangan mahasiswa KKN UGM mengatakan pengolahan jerami padi kering menjadi jerami pembusukan ialah pelecok satu cara nan bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pakan. Terlebih jika bisa dilanjutkan menjadi complete feed pakan komplit dengan penambahan busi kualitas pakan dapat meningkat bermula garis hidup zat putih telur 3-4 komisi menjadi 7-8 uang. “Upaya peningkatan kualitas pakan ternak keseleo satunya adv amat penggarapan jerami padi gersang penting dilakukan untuk mendukung usaha peternakan di Indonesia,” katanya. Humas UGM/Ika Source
PenyimpananFermentasi Jerami dengan Ragi Tape Jerami. Setelah jadi, bongkar dan angin-anginkan sampai kering, kemudian ikat kembali atau bila perlu dipres agar bisa lebih padat dan mudah diatur. Untuk 12 ekor sapi cukup sediakan 120 kg Tape Jerami per hari atau 3.600 kg (2 truk) per bulan. Tape jerami dapat disimpan sampai satu tahun.Denganperforma yang bagus, maka dapat menaikkan harga jual sapi sehingga dengan cara ini peternak bisa mendapatkan untung yang lebih tinggi. Palatabilitas tinggi/ disukai oleh ternak sapi; Harganya yang terjangkau; Jerami padi merupakan bahan pakan yang cukup terjangkau dan mudah didapatkan, yang mengandung protein 4,5 - 5,5 %, lemak 1,4 .